badge

Taksi Online Atau Sewa Mobil di Bandung?

Sebut saja ragam taksi online populer di Indonesia
Gegabah kamu di Bandung gak ada taksi online!

Begitu kata teman saya waktu tetanya soal taksi online di Bandung. Ternyata tidak hanya menjamur di Jakarta saja. Grab, Uber dan GoCar juga sudah merambah ke Bandung. dan armadanya buanyak kok katanya.

Dan benar saja, saat kemarin ke Bandung, dari Suci ke tempat pertemuan keluarga, gampang banget dapat Uber. langsung dapat, tapi ya karena dia sudah terlanjur lewat Pusdai, jadinya kudu muter dulu sebelum motong ke jalan Suropati tempat Travel Baraya tempat kami berada.

Untung pake Uber, jadi bisa ganti drop location seenaknya. Karena tempat awal yang kami pesan ternyata salah. Jadi, tinggal ganti saja ke tempat yang dipingin lagi.

Grab vs Uber vs GoCar di Bandung?

Sejauh ngobrol-ngobrol dengan supir Uber yang kami tumpaki, ternyata menurutnya di Bandung ini lebih populer Grab. Uber dan GoCar tidak begitu laku katanya. Ini dari sudut pandang driver loh ya. Jadi soal selera driver. Karena menurutnya, Grab lebih banyak menghasilkan ketimbang dua pesaingnya.

Kenapa?

Karena skema bonus di Grab lebih ok untuk di Bandung. Sekarang coba bandingkan sedikit dengan kota lain seperti Jakarta misalnya. Di Jakarta, ketiga taksi online ini jangkauannya luas hingga Jabodetabek. Luas sekali. Sehingga untuk long trip masih bisa sering didapatkan. Makanya jangan heran kalau di Jakarta, armada untuk ketiga taksi online ini seperti sama banyaknya.

Sementara di Bandung, menurut mamang Ubernya jarang sekali long trip. Itu mah apes aja yang dapet orderan panjang. Mengingat titik-titik wisata di Bandung ya deket-deket. Paling Jalan Riau, Dago, atau mungkin paling jauh ya Lembang. Jadi, paling menguntungkan ya Grab.

Karena untuk driver ada skema bonus untuk total perjalanan. Kalau tidak salah 13 kali perjalanan, langsung dapat bonus sekitar 250 ribu. Lebih mudah didapat. Makanya jangan heran kalau di atas jam 12 siang Grab lebih HOT.

Jadi, enggak heran lah kalau temen bilang, "komo grab, loba didieu!"

Konsepnya ya ada gula ada semut. Walaupun lebih murah tapi kalau drivernya gak dapet-dapet ya sama aja bo'ong kan? Tapi kalau drivernya banyak walaupun lebih mahal sedikit, pasti lebih pilih itu. Lebih pasti.

Makanya pas kemarin ke Bandung, saya dan istri tidak terlalu khawatir untuk keliling-keliling di Bandung. Toh banyak armadanya. Jadi, bisa lebih tenang. Hingga saat kami pulang ke rumah Om dari pertemuan keluarga kami ditawari oleh Mas Fyan untuk menggunakan jasanya untuk antar-antar kami.


Sebenarnya namanya bukan Fyan, tapi kami mendapatkan kartunama dengan nama ini. Kami sempat ngobrol-ngobrol lah kalau kami ini di Bandung mau keliling-keliling. Eh dia ujug-ujug kasih kartu nama dan kasih harga asik untuk kami. Maaf ya, harganya disensor.

Setelah berpikir-pikir agak lama, ya tentu kami memilih jasa Fyan ini. Daripada kami harus order dan tunggu driver tiba menjemput kami, mendingan kami tinggal telpon Fyan di parkiran, dan kami memilih dia.

Lumayan lah, dijemput di rumah Om di Buah Batu jam 8 pagi, ke The Lodge Maribaya, Begonia, FarmHouse, Rumah Mode, baru cus ke Travel untuk pulang.

Praktis!
Share on Google Plus

0 komentar :

Post a Comment