badge

Resolusi 2016, Bikin Startup?!?


Indah rasanya kalau kita melihat penetrasi perkembangan Gojek, Bukalapak atau Tokopedia. Mereka-mereka ini bisa jadi trendsetter startup sukses asal Indonesia yang banyak dilirik asing. Investasi rebutan masuk ke sana. Sudah sering diulas besarnya kesempatan startup di Indonesia karena demografi Indonesia yang akan meraja sebentar lagi.

Hal senada diungkapkan pula oleh Iwan Setyawan yang juga saya rekam pada artikel kompasiana (baca : Iwan Setyawan: Kelas Menengah 'Ngehe' Bakal Makin Banyak). Bukan hanya dari praktisi lapangan, Dari pihak pemerintah juga mengamini kesempatan besar ini (baca : Ricky Pesik : Menakar Kekuatan Ekonomi Kreatif).

Potensi Indonesia yang luar biasa ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh kita orang Indonesia. Jangan heran kalau banyak sekali pembicaraan-pembicaraan mengenai startup hadir di Indonesia. Salah satunya adalah Tips dari CTO Amazon, Werner Vogels saat berkunjung ke Indonesia pertengahan November lalu (baca : 4 Kiat Kembangkan Startup ala CTO Amazon).

Menurut Welner, langkah pertama yang kudu disiapkan adalah matangkan visi. Apa tujuan startup dibangun? Matangkan visi dan proyeksikan bagaimana nanti startup ini berkembang di masa depan dan bagaimana perusahaan rintisan ini mampu menjadi solusi baru bagi masyarakat modern.

Yang kedua, kita perlu siapkan model bisnis. Ada 2 pilihan menurut Werner. Mau menjadi sustainable atau raksasa. Sustainable menurut Werner perusahaan tumbuh pelan-pelan namun pasti, sementara jika modelnya raksasa, targetnya adalah untuk mendapatkan investor besar.

Yang ketiga, saatnya eksekusi. Dalam tahap ini perlu dipikirkan jangka panjang dan detil. Temukan formula yang tepat dalam eksekusi lalu percepat dalam pengambilan keputusannya. Jangan sampai keburu dicaplok sama yang lain.

Yang keempat dan terakhir, jangan lupa bangun tim. Pilih talenta yang sejalan dan satu visi. Werner percaya bahwa startup yang sukses memiliki tim yang hebat.

Oke, sudah ada 4 tips jitu dari CTO Amazon. Masih ada lagi pintu dibuka oleh Google. Baru-baru ini Sergey Brin si pendiri Google ada di Indonesia. Salah satu alasannya untuk kerjasama pemakaian Google Loon di Indonesia. Tau apa itu Google Loon? Itu loh, balon gede yang menyebarkan sinyal gratis untuk akses internet. Balon ini mengangkasa pada ketinggian tertentu dan membantu orang-orang di darat untuk online.

Nah, selain soal Google Loon, Brin datang ke Indonesia juga membawa kabar gembira. Ini bukan soal kulit manggis, tapi soal bersedianya google membantu startup di Indonesia. Program ini bernama Launchpad Accelerator.


Indonesia bersama India dan Brasil masuk dalam program besutan google ini. Dalam program ini google benar-benar akan mensupport dan mentraining talenta-talenta Indonesia dalam balutan Launchpad Accelerator. Intip saja website-nya, sudah terdapat 7 startup yang masuk program ini.

3 Diantaranya sempat masuk dalam jajaran dan menang nominasi pada bubu award 2015. Mereka adalah Kakatu, setipe.com, dan kurio. Mereka sukses bertengger di website official Launcpad Accelerator programnya google.

Lokal sudah ada yang siap bantu, bukan cuma bubu award, telkomsel juga punya startup bootcamp. Raksasa IT dunia juga melirik Indonesia. Mau kasih resource. Saatnya cari ide dan cari teman seperjuangan untuk bikin startup. Semoga 2016 bisa terwujud.

Aamin.




Share on Google Plus

0 komentar :

Post a Comment